Dukung Program Prioritas Pemerintah, LPK APS Kembali Gelar Pelatihan CHEF SPPG MBG
akassar, 30 Mei 2026 – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ahmad Putra Sejahtera (APS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyelenggaraan Pelatihan Chef bagi Juru Masak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada 29–30 Mei 2026, bertempat di Hotel Remcy Makassar.
Pelatihan tersebut terlaksana atas kerja sama antara LPK Ahmad Putra Sejahtera, Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Sulawesi Selatan, dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Mahamu Mandiri. Sebanyak 27 dapur SPPG MBG dari berbagai kabupaten dan kota mengirimkan perwakilan untuk mengikuti pelatihan yang berfokus pada peningkatan keterampilan pengolahan makanan, penerapan standar higiene dan sanitasi, manajemen dapur, serta keamanan pangan.
Direktur LPK Ahmad Putra Sejahtera, Dr. Siti Saenab, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan angkatan keempat yang dilaksanakan sepanjang tahun 2026. Hingga saat ini, sekitar 100 dapur SPPG MBG telah mengikuti program pelatihan chef yang diselenggarakan oleh LPK APS.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis melalui penguatan kapasitas SDM dapur. Hingga angkatan keempat ini, kurang lebih 100 dapur telah mendapatkan pembinaan. Harapan kami, pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan dapur MBG sekaligus memperkuat penerapan keamanan pangan sehingga dapat mencegah terjadinya kasus keracunan makanan pada anak-anak sebagai penerima manfaat program,” ujar Dr. Siti Saenab.
Menurutnya, keterlibatan LPK APS dalam penguatan SDM MBG telah dimulai sejak tahap awal pelaksanaan program. Instruktur LPK APS turut berpartisipasi dalam pembinaan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan sebagai calon Kepala SPPG MBG.
Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan di berbagai pusat pendidikan dan pelatihan, antara lain Rindam XIV/Hasanuddin Pakkatto, Satuan Pendidikan Angkatan Laut (Satdik AL), dan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulawesi Selatan pada tahun 2025. Selain itu, LPK APS juga terlibat dalam pembinaan calon instruktur SPPI MBG di Makassar melalui kerja sama dengan APJI Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Ahmad Daud, MSI, selaku Manajer Training LPK Ahmad Putra Sejahtera, menjelaskan bahwa seluruh program pelatihan yang diselenggarakan LPK APS dirancang menggunakan pendekatan pelatihan berbasis kompetensi (Competency Based Training/CBT) yang mengacu pada standar nasional.
“Seluruh kegiatan pelatihan yang kami laksanakan berbasis kompetensi. Kurikulum, materi pelatihan, metode pembelajaran, hingga instrumen evaluasi disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Dengan demikian, kompetensi yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri dan standar kerja yang berlaku,” jelas Ahmad Daud.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa untuk memastikan peserta benar-benar menguasai kompetensi yang dipersyaratkan, setiap pelatihan didukung dengan proses uji kompetensi yang dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga memastikan kompetensi peserta melalui proses asesmen yang objektif dan terstandar. Untuk itu, kami menggandeng sejumlah LSP berlisensi BNSP sebagai mitra sertifikasi profesi,” tambahnya.
Dalam mendukung penguatan SDM pengelola dapur SPPG MBG, LPK APS saat ini menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga sertifikasi profesi, antara lain LSP Jasaboga Indonesia, LSP Pariwisata Mahamu Mandiri, dan LSP Jaminan Mutu Keamanan Pangan (JMKP). Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, profesional, dan mampu menerapkan standar keamanan pangan yang ketat dalam penyelenggaraan layanan makan bergizi.
Pelatihan ini menghadirkan instruktur dan praktisi berpengalaman dari bidang kuliner, manajemen jasa boga, dan keamanan pangan. Materi yang diberikan meliputi teknik pengolahan makanan bergizi, manajemen produksi makanan skala besar, penerapan Good Hygiene Practices (GHP), sanitasi pangan, pengendalian risiko kontaminasi, serta sistem keamanan pangan berbasis Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan di dapur masing-masing sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara optimal, aman, dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik sebagai sasaran utama program.
Sebagai lembaga pelatihan yang aktif dalam pengembangan SDM sektor jasa boga dan pelayanan gizi, LPK Ahmad Putra Sejahtera berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pelatihan yang berkualitas guna mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program strategis nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
— Humas LPK Ahmad Putra Sejahtera
"Membangun SDM Kompeten untuk Indonesia yang Sehat dan Berkualitas"

