LPK Ahmad Putra Sejahtera Bersama UIN Alauddin Makassar dan LSP JMKP Gelar Pelatihan HACCP bagi Pengelola SPPG MBG

LPK Ahmad Putra Sejahtera Bersama UIN Alauddin Makassar dan LSP JMKP Gelar Pelatihan HACCP bagi Pengelola SPPG MBG

Makassar — LPK Ahmad Putra Sejahtera (APS) kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Keamanan Pangan Berbasis HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point). Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan UIN Alauddin Makassar dan LSP Jasa Manajemen Keamanan Pangan (JMKP) pada tanggal 1–3 Mei 2026 di Hotel Continent Makassar.

Sebanyak 22 peserta yang merupakan perwakilan dari 21 dapur SPPG MBG se-Sulawesi Selatan mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola dapur dalam menerapkan sistem keamanan pangan berbasis HACCP sebagai standar internasional dalam pengolahan makanan.

Direktur LPK Ahmad Putra Sejahtera menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung peningkatan mutu layanan pangan, khususnya pada program SPPG MBG.
“Keamanan pangan menjadi aspek krusial dalam penyelenggaraan layanan gizi masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap pengelola dapur memiliki kompetensi yang memadai dalam mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya pangan,” jelasnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli di bidang keamanan pangan, yaitu Dr. Santia Gardenia W., S.TP., M.Si, Dr. Kasmiati, STP., M.Si, dan Dr. Ratnawati Mentari, S.Pi., M.M. Para narasumber memberikan materi komprehensif terkait prinsip HACCP, mulai dari analisis bahaya, penentuan titik kendali kritis, hingga implementasi sistem dalam operasional dapur.

Dalam sesi pemaparan, para narasumber menekankan bahwa penerapan HACCP tidak hanya bersifat teoritis, tetapi harus menjadi bagian dari budaya kerja di dapur.
“Penerapan HACCP adalah bentuk tanggung jawab profesional dalam menjamin keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat. Ini harus diterapkan secara konsisten dan terukur,” ungkap salah satu narasumber.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, LSP JMKP juga melaksanakan asesmen kompetensi dengan menugaskan empat orang asesor untuk melakukan penilaian terhadap peserta. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa peserta mampu mengaplikasikan prinsip HACCP secara nyata di tempat kerja.

Perwakilan LSP JMKP menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi di bidang keamanan pangan menjadi semakin penting dalam mendukung standar mutu layanan pangan nasional.
“Melalui asesmen ini, kami memastikan bahwa peserta yang dinyatakan kompeten benar-benar memiliki kemampuan sesuai standar yang ditetapkan,” ujarnya.

Kolaborasi antara LPK Ahmad Putra Sejahtera, UIN Alauddin Makassar, dan LSP JMKP ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam peningkatan kualitas pengelolaan dapur SPPG MBG, khususnya dalam aspek keamanan pangan. Dengan meningkatnya kompetensi pengelola dapur, diharapkan makanan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga aman, higienis, dan berkualitas tinggi.

Share:

Berita Terbaru