LPK Ahmad Putra Sejahtera Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Chef bagi Pengelola SPPG MBG di Makassar
LPK Ahmad Putra Sejahtera Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Chef bagi Pengelola SPPG MBG di Makassar
Makassar — Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ahmad Putra Sejahtera (APS) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kuliner dengan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Chef bagi Pengelola SPPG MBG. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Asosiasi Jasa Boga Indonesia (APJI) Wilayah Sulawesi Selatan dan LSP Pariwisata Mahamu Mandiri, bertempat di Hotel Remcy Makassar pada tanggal 18–19 April 2026.
Sebanyak 30 peserta yang merupakan perwakilan dari dapur SPPG se-Sulawesi Selatan turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Pelatihan dan sertifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pengelola dapur dalam menghasilkan makanan yang berkualitas, higienis, dan sesuai standar industri.
Direktur LPK Ahmad Putra Sejahtera, Dr. Siti Saenab, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan lembaganya dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja.
“Ini adalah kegiatan kami yang ke-5 di tahun 2026 menyusul gelombang 6 dan 7 akan dilaksanakan bulan Mei di Palopo dan Polman . Kami berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas SDM, khususnya di bidang kuliner dan jasa boga, agar mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sertifikasi chef saat ini menjadi persyaratan wajib (mandatory) dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai upaya menjamin mutu makanan yang dihasilkan, terutama dalam program-program pelayanan gizi masyarakat.
Sementara itu, Ahmad Daud, STP., M.Si sebagai salah satu narasumber menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi bukan hanya formalitas, tetapi merupakan bentuk pengakuan atas kemampuan kerja seseorang.
“Dengan adanya sertifikasi, kita memastikan bahwa setiap chef yang terlibat benar-benar memiliki kompetensi sesuai standar. Ini penting untuk menjaga konsistensi kualitas makanan yang disajikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Senada dengan itu, Dr. Santia Gardenia W., S.TP., M.Si menekankan pentingnya penerapan standar keamanan pangan dalam setiap proses pengolahan makanan.
“Pengelola dapur harus memahami prinsip hygiene, sanitasi, serta manajemen produksi pangan yang baik. Ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga keamanan dan kesehatan konsumen,” ungkapnya.
Perwakilan dari APJI Sulawesi Selatan turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pelatihan, asosiasi profesi, dan lembaga sertifikasi merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem jasa boga di daerah.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan profesionalisme pelaku usaha jasa boga. Kami berharap program ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelaku industri,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh sertifikat kompetensi, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan dalam operasional dapur sehari-hari, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas layanan pangan di Sulawesi Selatan.

